Selamat Datang di blog yang keren ini

Niat adalah ukuran untuk menilai besarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatannya akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatannya akan buruk (Imam An-Nawawi)

Blog keren dan beken dengan segudang ilmu

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih pahit dari jadam, lebih panas dari bara, dan lebih tajam dari tusukan. Sesungguhnya hati merupakan ladang, maka tanamilah dia dengan perkataan yang baik, sebab bila tidak tumbuh semuanya, maka niscaya akan tumbuh sebagian' (Al Haditz)

Ilmu itu Lebih baik dari harta (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Ilmu itu lebih baik dari harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau akan menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sementara harta terhukum. Jika harta itu akan berkurang jika dibelanjakan, maka ilmu akan bertambah jika dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Pesan lukmanul hakim kepada anaknya

Jika kita boleh memilih 5 hal di dunia ini, maka pilihlah agama, harta, akhlak mulia, rasa malu dan pemurah. Pesan lukmanul hakim kepada anaknya. Jika ingin mendapatkan sesuatu belajarlah dengan memberi, jika ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagian itu pada orang lain.

Keberanian berkata jujur adalah sangat mulia

Keberanian untuk mengatakan tidak tahu untuk hal yang tidak diketahuinya akan jauh lebih menenangkan dan dihormati jika dibandingkan selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu.

Minggu, 01 Juni 2014

Nisfu Sya’ban


Adakah Amalan Nisfu Sya’ban dalam Islam?

Pertanyaan:
Bagaimana dengan amalan malam Nisfu Sya’ban yang dilakukan oleh banyak orang? Apakah dibenarkan menurut agama Islam?
Jawaban:
Ada beberapa riwayat yang shahih tentang keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, tetapi tanpa mengkhususkan sebagian hari-harinya, di antaranya:
أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِيْ شَهْرٍ مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ، فَكَانَ يَصُوْمُ شَعْبَانَ كُلَّهُ إِلاَّ قَلِيْلاً
Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)
Dalam hadits yang lain, Usamah bin Zaid berkata,
لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَ رَمَضَانَ، وَ هُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ اْلأَعْمَالُ فِيْهِ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَ أَنَا صَائِمٌ
Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam beberapa bulan seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau menjawab, ‘Itu adalah satu bulan yang manusia lalai darinya. (Bulan itu adalah) bulan antara Rajab dan Ramadan, dan pada bulan itu amalan-amalan manusia diangkat kepada Rabbul ‘alamin, maka aku ingin supaya amalanku diangkat pada saat aku berpuasa.’ ” (HR. an-Nasa’i: 1/322, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 4/103)
Adapun pengkhususan hari-hari tertentu pada bulan Sya’ban untuk berpuasa atau qiyamul lail, seperti pada malam Nisfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya lemah bahkan palsu. Di antaranya adalah hadits:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berkata, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia. Adakah demikian dan demikian?’ (Allah mengatakan hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah: 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman: 3/378)
Keterangan:
Hadits ini dari jalan Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hadits ini adalah hadits maudhu’/palsu, karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah tertuduh berdusta, sebagaimana dalam Taqrib milik al-Hafidz. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkata tentangnya, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[1]
Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah (keutamaan –ed) menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama.[2]
============
Catatan kaki:
[1] Lihat Silsilah Dha’ifah, no. 2132.
[2] Lihat Fatawa Lajnah Da’imah: 4/277, fatwa no. 884.

Dijawab oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, Edisi Khusus, tahun ke-9, 1430 H/2009 M.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)

Selasa, 13 Mei 2014

Ipar itu Maut

Ipar itu Maut


Kita pernah mendengar hadits yang menyebutkan bahwa ipar itu maut. Apa yang dimaksud dengan hadits tersebut?
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ
Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Hamwu (ipar)adalah maut.” (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)

Apa yang dimaksud hamwu adalah maut?

Hamwu yang dimaksud dalam hadits bukan hanya ipar saja namun setiap kerabat dekat isteri yang bukan mahram. Yang masih mahram bagi suami dari keluarga istri adalah seperti ayah dan anaknya.
Al Laits berkata bahwa al hamwu adalah ipar (saudara laki-laki dari suami) dan keluarga dekat suami.
Sehingga apa yang dikatakan oleh Al Laits menunjukkan bahwa ipar itu bukan mahram bagi istri.
Yang dimaksud dengan maut di sini yaitu berhubungan dengan keluarga dekat isteri yang bukan mahram perlu ekstra hati-hati dibanding dengan yang lain. Karena dengan mereka seringkali bertemu dan tidak ada yang bisa menyangka bahwa perbuatan yang mengantarkan pada zina atau zina yang keji itu sendiri bisa terjadi. Kita pun pernah mendapatkan berita-berita semacam itu.
Hadits di atas juga mengajarkan larangan berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahram. Karena dalam hadits sudah disebutkan pula,
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ahmad 1: 18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim).
Namun jika bersama wanita itu ada wanita lain atau terdapat mahramnya, maka jadilah hilang maksud yang dilarang. Ini berlaku untuk pergaulan dengan yang bukan mahram.
Semoga bermanfaat, hanya Allah yang memberi taufik. Baca artikel penting lainnya: Siapakah Mahrom Anda?

Referensi:

Syarh ‘Umdatil Ahkam, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Darut Tauhid, cetakan pertama, tahun 1431 H, hal. 591.

Diselesaikan di siang hari menjelang Zhuhur di Pesantren Darush Sholihin, 13 Rajab 1435 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

Rabu, 07 Mei 2014

Cara Membuat Menu Dropdown / Sub Menu

Cara Membuat Menu Dropdown / Sub Menu

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan trik dan panduan tentang Cara membuat menu dropdown / sub menu di blogspot.

Cara Membuat Menu Dropdown / Sub Menu pada Blogspot 
  • Login pada Blogger
  • Masuk mode Rancangan kemudian Edit HTML
  • Beri centang pada Expand Template Widget
  • Cari kode <div class='main-outer'> atau <div id='main-wrapper'> atau <div id='main'>
  • Jika sudah ketemu, letakan kode berikut diatas kode tadi

<style>
/* -- Menu Horizontal + Sub Menu-- */
#cat-nav {background:#156994;margin:0 15px;padding:0;height:35px;}
#cat-nav a { color:#eee; text-decoration:none; text-shadow: #033148 0px 1px 0px;border-right:1px solid #156994;}
#cat-nav a:hover { color:#fff; }
#cat-nav li:hover { background:#000; }
#cat-nav a span { font-family:Verdana, Geneva, sans-serif; font-size:11px; font-style:normal; font-weight:400; color:#fff; text-shadow:none;}
#cat-nav .nav-description { display:block; }
#cat-nav a:hover span { color:#fff; }
#secnav, #secnav ul { position:relative; z-index:100; margin:0; padding:0; list-style:none; line-height:1; background:#0d5e88; }
#secnav a { font-family:Georgia, "Times New Roman", Times, serif; font-style:italic; font-weight:700; font-size:14px; display:block; z-index:100; padding:0 15px; line-height:35px; text-decoration:none;}
#secnav li { float:left; width: auto; height:35px;}
#secnav li ul  { position: absolute; left: -999em; width: 200px; top:35px}
#secnav li ul li  { height:30px; border-top:1px solid #fff; }
#secnav li ul li a  { font-family:Verdana, Geneva, sans-serif; width:180px; line-height:30px; padding:0 10px; font-size:11px; font-style:normal; font-weight:400; color:#eee; }
#secnav li ul ul  { margin: -30px 0 0 180px; }
#secnav li:hover ul ul, #secnav li:hover ul ul ul, #secnav li.sfhover ul ul, #secnav li.sfhover ul ul ul { left:-999em; }
#secnav li:hover ul, #secnav li li:hover ul, #secnav li li li:hover ul, #secnav li.sfhover ul, #secnav li li.sfhover ul, #secnav li li li.sfhover ul { left: auto; }
#secnav li:hover,#secnav li.hover  { position:static; }
#cat-nav #secnav {width:100%;margin:0 auto;}
</style>
<div id='cat-nav'>
<ul class='fl' id='secnav'>
<li><a href='#'>Home</a></li>
<li><a href='#'>Menu 1</a></li>
<li><a href='#'>Menu + Sub Menu</a>
<ul id='sub-custom-nav'>
<li><a href='#'>Sub Menu 1</a></li>
<li><a href='#'>Sub Menu 2</a></li>
<li><a href='#'>Sub Menu 3</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>Menu</a></li>
<li><a href='#'>Menu + Sub</a>
<ul id='sub-custom-nav'>
<li><a href='#'>Sub 1</a></li>
<li><a href='#'>Sub 2</a></li>
<li><a href='#'>Sub 3</a></li>
<li><a href='#'>Sub 4</a></li>
<li><a href='#'>Sub 5</a></li>
<li><a href='#'>Sub 6</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>Menu</a></li>
<li><a href='http://blogtutorials-01.blogspot.com'><b><blink>Blogger Tutorial</blink></b></a></li>
</ul>
</div>
Catatan:
Silakan ganti tanda PAGAR (#) dengan link/url yang kamu mau, boleh link posting atau link Label (Kategori)
Sub Menu dan Sub adalah sub menu dari menu (Menu + Sub Menu dan Menu + Sub), silakan ganti nama masing-masing menu sesuai selera.
Hal-hal yang mungkin akan ditanyakan :
1. Kode yang harus dicari tidak ada di blog saya
Solusinya, silakan pasang kode menu horizontak tersebut di tempat yang kira-kira pas dengan yang kamu mau, kemudian klik Preview (Pratinjau). Jika masih belum pas silakan pindahkan  kode tersebut kemudian Pratinjau lagi. Lakukan sampai menunya sudah berada ditempat yang kamu mau.
2. Bagaimana cara memasukkan beberapa artikel dalam 1 menu?
Agar bisa menampilakan beberapa artikel dalam 1 menu maka kamu harus pasang Link Label pada menu tersebut, caranya sama, yaitu dengan cara mengganti tanda pagar (#) dengan link label yang ada di blog teman. 
Demikian Blogger Tutorial tentang.

Selasa, 06 Mei 2014

Cara Menyembunyikan Posting di Home Page Blogspot

Cara Menyembunyikan Posting di Home Page Blogspot

Menyembunyikan artikel blog di homepage pada blogspot mungkin terdengar aneh & bahkan mungkin barang baru. Karena kebanyakan tutorial adalah bagaimana cara menyembunyikan gadget/widget blog di homepage atau sebaliknya.

Nah, pada kesempatan kali ini ane mencoba untuk memberi trik untuk menyembunyikan postingan blog di homepage blog Sobat yang menurut ane akan membuat blog Sobat terlihat simple karena tidak akan menampilkan Posting yang ada diblog Sobat di homepage/halaman awal/halaman muka begitulah maksudnya kira-kira. hehe...

Ok...bagi yang berminat atau pengen mencoba dengan cara Edit HTML & silahkan ikuti langkah-langkah di trik ini dengan ihklas & tulus...hahaha just kidding Sob. tapi sebelum mengikuti langkah-langkah yang ada di bawah, ane sarankan untuk download template sobat sebelumnya karena resiko ditanggung penumpang

Pertama, silakan mulai dari Dasbor » Rancangan » Edit HTML.
Jangan lupa centang kotak Expand Template Widget.

Kedua, cari kode seperti ini di template blog Sobat. untuk mempermudah pencarian klik F3 atau Ctrl+f :

<b:includable id='main' var='top'>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<!-- posts -->
<div class='blog-posts hfeed'>
<b:include data='top' name='status-message'/>
<data:adStart/>
<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:include data='post' name='post'/>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<b:include data='post' name='comments'/>
</b:if>
<b:if cond='data:post.includeAd'>
<data:adEnd/>
<data:adCode/>
<data:adStart/>
</b:if>
</b:loop>
<data:adEnd/>
</div>
</b:if>

Ketiga, Silahkan sisipkan kode berwarna Merah seperti contoh di atas. Dan simpan template Sobat, Selesai & lihat hasilnya.

Senin, 05 Mei 2014

Cara membuat Menubar di blog

Cara membuat Menubar di blog

Cara membuat Menubar di blog - Hmm, sobat sudah pada tau menubar itu apa kan? hah belum? okedeh tidak apa-apa reggy jelaskan lagi untuk yang belum tau. Menubar adalah sebuah kotak tab/bar yang isinya berupa navigasi link. Fungsi menubar yaitu untuk menyimpan link-link penting di suatu blog, agar pengunjung dapat lebih mudah mengunjungi halman-halaman utama yang ada pada suatu blog itu. Pada postingan sebelumnya saya juga telah menjelaskan bagaimana cara membuat menubar pada template klasik.  Namun, bedanya kali ini membuat menubar pada custom template. Untuk melihat bagaimana screenshot menubarnya lihat di bawah ini:
cara membuat menubar di blog
Menubar ini juga bisa dibuatkan lagi submenu kebawahnya, lihat di gambar. Nah jadi misalkan sobat ingin memasang submenu dari sebuah link itu tinggal menambah sedikit kode yang akan dijelaskan dibawah. Oh iya, menubar di postingan ini tidak ada search box seperti digambar. Tetapi jika sobat ingin membuat menubar di blog dengan search box, silahkan kunjungi postingan Disini. Sudah tau kan bagaimana penampakan menubar di blog itu? nah, cara membuat menubar di blog tidak sulit kok.

1. Login pada blogger
2. masuk ke halaman Template
3. Edit HTML
4. Cari kode ]]></b:skin> (gunakan ctrl+f)
5. Pasang kode di bawah ini di atas kode ]]></b:skin>
#menubar{
width:900px;
height:32px;
background:#de360f;
margin: 0 auto;
}
#menubar ul{
float:left;
margin:0;
padding:0;
}
#menubar li{
float:left;
list-style:none;
margin:0;
padding:0;
}
#menubar li a, #menubar li a:link{
border-right:1px solid #F0512D;
float:left;
padding:8px 12px;
color:#fff;
text-decoration:none;
font-size:13px;
font-weight:bold;
}
#menubar li a:hover, #menubar li a:active, #menubar .current_page_item a  {
color:#ffa500;
text-decoration:underline;
}
#menubar li li a, #menubar li li a:link, #menubar li li a:visited{
font-size: 12px;
background: #de360f;
color: #fff;
text-decoration:none;
width: 150px;
padding: 0px 10px;
line-height:30px;
}
#menubar li li a:hover, #menubar li li a:active {
background: #F0512D;
color: #ffa500;
}
#menubar li ul{
z-index:9999;
position:absolute;
left:-999em;
height:auto;
width:170px;
margin-top:32px;
border:1px solid ##F0512D;
}
#menubar li:hover ul, #menubar li li:hover ul, #menubar li li li:hover ul, #menubar li.sfhover ul, #menubar li li.sfhover ul, #menubar li li li.sfhover ul{
left:auto
}
#menubar li:hover, #menubar li.sfhover{
position:static
}
7. Selanjutnya cari kode <div id="content-wrapper">
8. Pasang kode di bawah ini di Atas kode yang bercetak tebal pada no 7. Pengecualian untuk yang tidak ada kode pada no 7, sobat bisa menaruh dielemen div id lainnya. Biasanya template blog terdapat kode seperti <div id='header.... Jadi, bila tidak ada sobat bisa menaruhnya di bawah kode yang mirip dengan <div id='header...
<div id='menubar'>
<ul>
<li><a expr:href='data:blog.homepageUrl'>Home</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
</ul>
</div>
9. Simpan Template dan lihat hasilnya

Untuk membuat sub menu (menu dropdown) agar mudah ganti saja kode pada no 8 dengan kode di bawah ini
<div id='menubar'>
<ul>
<li><a expr:href='data:blog.homepageUrl'>Home</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a>
<ul>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
<li><a href='http://blognya-reggy.blogspot.com/'>Edit me</a></li>
</ul></li>
</ul>
</div>
Keterangan:
  • Ganti tulisan yang berwarna Merah dengan url link menubar yang diinginkan, misal: link postingan, link kategori, link halaman statis atau lainnya
  • Ganti tulisan berwarna Biru (Edit me) dengan tulisan judul menubar tersebut, seperti: About, Contact, Guest book atau lainnya
  • Untuk mengubah panjang menubar bisa sobat ganti tulisan 900px menjadi sesuai dengan keinginan sobat
  • Nah, jika sobat ingin menambah item menubar (list), sobat hanya tinggal Copy kode yang bergaris bawah, dan Paste di bawah kode yang bergaris bawah tersebut.
  • Di setiap blog juga ada juga yang berbeda tanda kutipnya. Sobat bisa menelitinya lagi. Tanda kutip ' atau " 
Misalkan kode <div id="content-wrapper"> atau sejenisnya memang benar2 tidak ada. Sobat bisa menaruhnya di area kode header sobat. Caranya sobat bisa mengklik tombol Lompat ke widget lalu mengklik widget header sobat. Contoh pada gambar

Setelah itu. Letakkan kode menubar yang berada pada langkah no 8, di bawah kode widget header blog sobat. Bisa dibawah </b:section> atau dibawah kode </div> pada gambar. Itu meletakkan menubar dibawah header blog sobat.
Sebenarnya masih ada juga kode sejenis main-wrapper, header-wrapper, header-inner dll. Nah, kode menubar dapat diletakkan di kode-kode css sejenis itu.

Bagaimana? mudah kan. Inget sob, kunci utama keberhasilan membuat menubar pada blog yaitu ketelitian dalam mengedit dan memasang kode css/htmlnya. Misalkan ada yang kurang atau kesalahan sedikit, menubar itu malah jadi gagal alias tidak terpasang. Jadi, sobat harus lebih teliti ya agar tidak keliru, good luck sobat ;)

Minggu, 04 Mei 2014

Cara Mengganti Font dan Ukuran Judul Blog

Cara Mengganti Font dan Ukuran Judul Blog


cara mengubah jenis huruf judul postingan blog adalah sebagai berikut 

1. Login ke Blogger
2. Klik Rancangan > Edit HTML
3. Cari kode yang sama atau mirip kode berikut:

.post h1 { atau .post h2 { atau .post h3 {

maka perhatikan kode yang diawali dengan kode "font-family" pada salah satu kode di atas,
seperti contoh di bawah ini:

.post h2 {
color: #2255AA;
font-size: 27px;
font-family: Times New Roman, Georgia, Trebuchet MS;
font-weight: normal;
margin: 0px;    
padding: 0px 0px 5px 0px;
}

untuk merubah jenis hurufnya kita tinggal merubah jenis font setelah kode :font-family dengan jenis font yang kita inginkan. Dan untuk merubah ukuran font anda tinggal merubah pada angka font size.
Mudah bukan…

Selasa, 29 April 2014

Amalan Khusus Bulan Rajab

Amalan Khusus Bulan Rajab


Assalamualaikum wr wb

Ustaz, adakah amalan-amalan khusus yang disunahkan pada Bulan Rajab? Dan, sebaiknya, ibadah apa yang kita lakukan pada Bulan Rajab ini? Mohon Penjelasannya.

Hamba AllahWaalaikumussalam wr wb

Dengan hikmah-Nya, Allah SWT telah memuliakan sebagian bulan, yaitu bulan-bulan haram atas bulan-bulan yang lain.
Dia berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram ...” (QS al-Taubah [9]: 36).

Dan, bulan-bulan haram itu kemudian dijelaskan Nabi saw dalam sabdanya, “Masa telah berputar seperti keadaannya ini dari semenjak Allah SWT menciptakan langit dan bumi, satu tahun itu 12 bulan. Di antaranya, empat bulan suci, tiga bulan berturut-turut Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan bulan Rajab mudhar yang terletak antara bulan Jumadil Akhir dan Sya'ban. (HR Bukhari dan Muslim).

Adapun sebab bulan-bulan ini disebut bulan haram adalah karena pada bulan-bulan itu diharamkan untuk melakukan peperangan kecuali jika diserang.

Dan juga karena melakukan perbuatan yang diharamkan pada bulan-bulan itu dosanya lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Dan, Bulan Rajab termasuk bulan-bulan haram yang dimuliakan Allah SWT tersebut.

Namun, tidak ada dalil dari Alquran dan sunah Nabi saw yang menyebutkan tentang amalan-amalan khusus yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim pada Bulan Rajab ini.

Dan, jika pun ada hadis yang diriwayatkan tentang itu maka menurut para ulama hadis-hadis itu termasuk hadis yang sangat dhaif (lemah) dan hadis maudhu'(palsu) yang kita tidak boleh kita amalkan.

Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Tabyinul Uujub bi Ma Warada fi Fadhli Rajab menegaskan, “Tidak terdapat riwayat sahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan Bulan Rajab, baik dengan puasa sebulan penuh, puasa pada hari-hari tertentu pada Bulan Rajab, atau shalat qiyamul lail (tahajud) pada malam-malam tertentu. Telah ada orang yang mendahuluiku dalam memastikan hal itu, yaitu Imam Abu Ismail al-Harawi.”

Dia melanjutkan, “Adapun hadis yang menerangkan tentang keutamaan Rajab, atau keutamaan puasanya, atau puasa pada sebagian harinya secara jelas maka ada dua macam, yaitu dhaif dan maudhu'.
Ibnu Rajab menegaskan, adapun puasa sunah, maka tidak ada satu pun hadis sahih dari Nabi saw yang menjelaskan tentang keutamaan berpuasa pada Bulan Rajab ini. Dan, juga tidak ada atsar dari para sahabatnya.

Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa juga menjelaskan hadis berpuasa pada Bulan Rajab secara khusus adalah lemah, bahkan palsu. Sedikit pun tidak bisa dijadikan landasan oleh para ulama.

Terkait riwayat yang terdapat dalam Musnad dan (kitab hadis) lainnya dari Nabi saw bahwa beliau memerintahkan untuk berpuasa pada bulan-bulan haram, yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, yang dimaksud adalah anjuran berpuasa pada empat bulan semuanya, bukan Rajab secara khusus.

Sayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqh al-Sunnah menyatakan, Rajab tidak ada keutamaan tambahan dibandingkan dengan (bulan-bulan) lainnya. Hanya saja ia termasuk bulan haram.

Tidak ada dalam sunah yang sahih, berpuasa pada Bulan Rajab mempunyai keutamaan khusus. Adapun (hadis) yang ada tentang hal itu, tidak dapat dijadikan hujjah (dalil).

Dan, Imam Ibnu Qayyim dalam kitab Al-Manar al-Munif menyebutkan, semua hadis yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah kebohongan yang diada-adakan.

Berdasarkan hal itu maka mengkhususkan hari-hari tertentu untuk ibadah tertentu dalam Bulan Rajab, seperti puasa pada hari pertama dan kedua, dan meyakini itu merupakan suatu hal yang sunah dan mempunyai kelebihan dibanding puasa pada hari-hari lainnya, termasuk kepada perbuatan bid'ah yang dilarang dalam agama.

Begitu juga mengkhususkan malam-malam tertentu untuk melakukan shalat dan menganggapnya sebagai sunah seperti shalat pada malam Jumat pekan pertama bulan Rajab yang biasa dinamakan dengan shalat raghaib atau shalat pada malam pertengahan Bulan Rajab.

Juga mandi pada awal bulan Rajab ini. Kebanyakan amalan-amalan khusus yang dibuat-buatkan pada Bulan Rajab ini merupakan bid'ah yang dibuat oleh kaum Syiah yang memang paling berani membuat hal-hal baru dalam Islam.

Adapun memperbanyak puasa pada Bulan Rajab itu karena ia termasuk ke dalam bulan-bulan haram dalam Islam. Dan, tidak hanya mengkhususkan puasa itu pada Bulan Rajab saja, tetapi juga pada bulan-bulan haram lainnya.

Maka, itu dibolehkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang menunjukkan dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan-bulan haram. “...  berpuasalah dari bulan-bulan haram dan juga tinggalkan!” Beliau berkata dengan jemarinya yang tiga kemudian mengumpulkan dan melepaskannya. (HR Abu Dawud).

Menurut Ibnu Hajar, meskipun ada perawi dalam sanad hadis ini yang tidak diketahui keadaannya, tapi hadis ini menunjukkan bahwa disunahkan memperbanyak puasa pada Bulan Rajab karena ia termasuk ke dalam bulan-bulan haram.
Dan, jika ingin memperbanyak ibadah dan amalan kita sepanjang tahun maka kita tidak perlu bersandarkan kepada hadis-hadis dhaif atau maudhu' dalam menjalankannya.

Kita cukup menjalankan secara konsisten melakukan ibadah-ibadah yang disunahkan dan dianjurkan oleh Nabi saw dalam hadis-hadisnya yang sahih.

Di antaranya, puasa Senin dan Kamis, puasa tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya (ayyamul baidh) dan jika mau melakukan puasa Nabi Daud yang merupakan sebaik-baiknya puasa, dan melaksanakan qiyamul lail setiap malam serta ibadah-ibadah sunah lainnya.

Semoga kita dijauhkan dari perbuatan bid'ah dan beribadah tanpa ada dasar ilmu. Amin ya Rabbal Alamin. Wallahu a'lam bish shawwab.

Ustaz Bachtiar Nasir

sumber: republika.com